Fri. May 14th, 2021

Baby blues syndrome semakin popular di kalangan ibu-ibu muda. Baby blues adalah depresi pasca persalinan mengenai hampir pada 50% ibu baru. Syndrome ini tidak timbul perlahan dan mengenai anda secara tiba-tiba. Umumnya baby blues terjadi dalam 14 hari pertama setelah melahirkan, dan cenderung lebih buruk sekitar hari ke tiga atau ke empat setelah persalinan. Jika hal ini tidak segera ditangani, maka akan berdampak pada perkembangan anak. Untuk itu kita perlu mengetahui mengenai baby blues syndrome lebih jelas.
Baby blues syndrome terjadi karena tubuh anda sedang mengadakan perubahan fisik yang besar setelah melahirkan serta perubahan-perubahan hormon di dalam tubuh.

Ada bermacam-macam penyebab terjadinya baby blues syndrome ini. Namun para pakar kesehatan menggolongkan dalam empat faktor penyebab utama syndrome ini, diantara ada karena faktor hormonal, psikologis, fisik, dan sosial.

Faktor hormon disini amat besar pengaruhnya sebagai penyebab baby blues syndrome. Setelah melahirkan (postpartum) kadar hormon kortisol di dalam tubuh akan naik hingga mendekati kadar hormon kortisol orang yang mengalami depresi. Selain itu, kadar hormon laktogen dan prolaktin juga meningkat namun hal itu tidak terjadi pada kadar hormon progesteron yang justru menurun. Hal inilah yang menimbulkan kelelahan fisik dan memicu timbulnya depresi pada ibu yang baru melahirkan.

Faktor psikologis juga tidak kalah berpengaruh dalam masalah ini, berkurangnya perhatian keluarga serta suami yang perhatiannya lebih tertuju pada bayi yang bayi lahir ataupun karena fisik/jenis kelamin si kecil yang tidak seperti yang diharapkan juga dapat menimbulkan baby blue syndrome.

Faktor fisik juga dapat memicu baby blues syndrome, misalnya saja akjtivitas yang melelahkan serta banyak menguras tenaga si ibu akan membuat si ibu kelelahan dan akhirnya merasa tidak nyaman.

Selain itu, faktor sosial yang merasa si ibu sulit beradaptasi dengan perannya sebagai seorang ibu juga dapat menimbulkan baby blues syndrome ini.

Gejala baby blues syndrom ini bisa bermacam-macam namun kebanyakan si ibu akan sering menangis tanpa sebab, gelisah, sulit tidur, tampak murung, tampak sedih, sering marah, bingung, merasa sendiri, keringat dingin, merasa bersalah, merasa tidak berharga, kehilangan nafsu makan, dan bisa juga punya pikiran negatif terhadap suaminya.

Jika hal ini terus berlanjut, tentu akan berdampak buruk pada si bayi. Si bayi akan sering rewel, mudah menagis, dan bahkan akan sering sakit karena perhatian ibu yang tidak maksimal.

Untuk itulah perlu diatasi masalah baby blues syndrome ini. Kita dapat mengatasinya dengan cara yang sederhana. Ibu yang baru saja melahirkan sebaiknya mendapatkan istirahat dan tidur yang cukup, mendapat asupan nutrisi yang cukup dan bergizi, bagi suami dan keluarga sebaiknya memberi dukungan serta perhatian pada ibu yang baru melahirkan. Mungkin hal-hal tersebut merupakan hal yang sepele, tapi itu sangatlah penting dalam mencegah terjadinya baby blues syndrome pada ibu yang baru melahirkan.