Tue. Dec 1st, 2020

Ketika emansipasi wanita terus tumbuh, tidak jarang Anda menemukan bahwa eksekutif tempat Anda bekerja adalah seorang wanita. Ini, tentu saja, memberi Anda kesempatan dan risiko untuk berurusan dengan wanita yang biasanya menggunakan lebih banyak emosi daripada logika.

Sebagai karyawan laki-laki, sikap yang Anda tunjukkan kepada atasan wanita tentunya berbeda dengan atasan pria. Anda tidak bisa mengambil pendekatan yang sama seperti bos. Harus ada cara khusus untuk memenangkan hati bos di kantor.

Bagaimana? Silahkan baca saja artikel ini sampai akhir.

1. Perlakukan karyawan pria dengan cara yang sama

Seorang bos pada umumnya sangat sadar akan emansipasi. Dia akan merasa seperti orang yang biasanya mendominasi posisi kepemimpinan di tempat kerja.

Oleh karena itu, sikap Anda terhadapnya seharusnya tidak berbeda. Anda perlu menyamakan perlakuan Anda terhadap bos Anda dengan perlakuan rekan kerja pria Anda. Tidak semuanya, tentu saja, karena tidak mungkin kamu bisa pergi ke kamar mandi bersamanya, bukan?

Artinya, jika Anda yakin karyawan pria bisa, Anda harus bisa memercayai hal yang sama tentang atasan Anda. Jika Anda tidak melakukannya karena dia lawan jenis, perlakuan profesional Anda akan berbeda.

2. Temukan gaya kepemimpinan

Untuk menarik perhatian atasan, Anda harus terlebih dahulu mengetahui gaya kepemimpinannya. Ini penting karena menjadi dasar untuk pendekatan lain.

Apapun yang Anda lakukan, itu harus sejalan dengan gaya kepemimpinan atasan. Apakah dia bos yang mendikte atau pemimpin yang egaliter? Pahami masing-masing gaya kepemimpinan ini sehingga Anda tahu persis apa yang harus dilakukan.

Jika bos Anda suka memerintah, Anda harus tetap bersamanya. Mengabaikan perintah hanya buruk untuk karir Anda di kantor ini. Bergabunglah saja dan biarkan dia senang memiliki bawahan seperti Anda.

3. Puji dan pujian secara teratur

Wanita, tentu saja, suka dipuji dan disanjung. Bos atau direktur pelaksana Anda tidak terkecuali. Jika Anda memuji atasan Anda, Anda bisa memenangkan hati mereka.

Tentu saja, pujian itu tulus dan jujur. Jangan memuji karena Anda pasti penjilat. Bagaimanapun, sebagai seorang wanita, dia akan tahu pujian tulus apa yang salah.

Jika perlu, berikan pujian. Jangan memuji diri sendiri saat suasana hati Anda sedang buruk. Selain itu, pastikan pujian yang Anda berikan masih sesuai. Jika Anda memujinya dengan tidak tepat, Anda hanya akan berada di tengah-tengah pencariannya.

4. Bisa jadi andalan

Tidak peduli siapa bos Anda, apakah itu perempuan atau laki-laki, profesionalisme tetap diutamakan. Jadilah bawahan yang selalu bisa Anda andalkan. Baik untuk tugas rutin maupun untuk tugas tambahan.

Jika atasan Anda memberi Anda banyak tugas tambahan, jangan pernah menolaknya. Terima dan lakukan dengan sepenuh hati. Hingga hasil yang didapat bisa menyenangkan hatinya.

Bisa jadi dia menguji kemampuanmu yang sebenarnya dengan tugas tambahan. Kemudian tawarkan lebih banyak posisi dan tugas di tempat kerja. Jadi, lakukan setiap tugas dengan benar, terlepas dari urutan wanita.

5. Dukung rencana setiap bos

Untuk memenangkan bos, Anda harus selalu menjadi pendukung setia. Karena sebagai manajer, dia harus punya rencana jangka pendek dan jangka panjang. Dukung semua rencana ini dengan menyelesaikan sejumlah tugas maksimum.

Namun, tugas seorang karyawan adalah mempermudah pekerjaan manajer. Jika Anda tahu apa yang akan dia lakukan, Anda bisa tahu apa yang harus dilakukan. Jika dia tahu Anda sering melakukan pekerjaannya, dia akan senang.

Artikel ini dipersembahkan untuk kupas bisnis dengan alamat resminya di https://kupasbisnis.com.