Kesalahan yang Biasa Dilakukan YouTuber Pemula

Youtube menjadi salah satu platform yang cukup menghasilkan. Apalagi buat Anda yang suka sharin, bisa banget menggunakan platform untuk menyalurkan hobi sekaligus mendapatkan penghasilan di platform ini. Tetapi, ada beberapa konten kreator yang sering melakukan kesalahan sebagai Youtuber pemula.

Menjadi konten kreator ini bukan hanya soal upload video dan mendapatkan penghasilan yang banyak saja. Hingga melupakan hal-hal yang patutnya mereka lakukan sebagai konten kreator. Salah satunya memberikan konten yang bermanfaat bagi penontonnya.

 

 

Apa Saja Kesalahan Youtuber Pemula?

Sebagai Youtuber pemula yang ingin meraup keuntungan dari engangement video, pasti tidak bisa dilakukan dengan instan. Melainkan dengan beberapa tahapan yang harus dilalui dan diperhatikan.

Menurut data dari We Are Social per bulan Januari 2021, pengguna internet usia 16-24 tahun lebih banyak menghabiskan waktunya untuk menonton video online. Sedangkan berdasarkan survei First Choice yang dilakukan kepada 1000 anak rentang usia 6-17 tahun , sebanyak 34,2% ini ingin menjadi seorang Youtuber.

Banyak yang ingin menjadi Youtuber sesuai bidang yang digeluti masing-masing. Namun, ada beberapa hal nih yang perlu diperhatikan sebelum terjun menjadi seorang Youtuber. Apa saja itu?

 

1.Ingin Mendapatkan Penghasilan Instan
Memang tidak ada salahnya, seorang konten kreator mengharapkan mendapat feedback berupa materi dari apa yang telah ia usahakan. Hanya saja semuanya itu dibutuhkan proses yang panjang untuk bisa memberikan dampak atau imbal balik yang besar pula. Sebagai konten kreator, tentunya ada value yang ingin Anda sampaikan kepada penonton konten Anda.

Hal yang dilakukan secara instan kebanyakan ada tidak baiknya. Misalnya instan dalam mendapatkan subscriber dan jam tayang dengan cara membeli sepenuhnya. Nah, untuk membeli ini sebenarnya boleh-boleh saja, asalkan Anda tidak mengecewakan subscriber organik Anda dengan tetap menyuguhkan konten yang berkualitas.

Pastinya kolaborasi kedua hal ini bisa menambah penghasilan Anda kedepannya, dari pada hanya mengandalkan satu aspek instan saja. Apabila Anda selalu membeli subscribe dan jam tayang, pastinya engangement video Anda hari ke hari tidak ada progres. Sedangkan konten yang berkualitas bisa mendatangkan engangement saat ia menemukan penonton yang cocok.

 

 

2.Cenderung Kurang Memikirkan Target Audiens
Pastinya untuk Anda yang sudah lama menjadi konten kreator sudah terbiasa membuat konten, sehingga bisa mengenali siapa target audiensnya. Bagi Anda yang masih pemula untuk menjadi youtuber, harus paham dulu mengenai target audiens.

Target audiens ini yang nantinya akan memberikan engangement dalam akun youtube Anda. Gimana cara menentukan target audiens? Caranya mudah sekali, Anda bisa menentukan dulu tema apa yang akan di bahas, lalu cocoknya untuk siapa konten tersebut. Bayangkan juga kira-kira dengan pembahasan ini orang tertarik apa tidak.

Brainstroming singkat seputar topik dan kecocokan pendengar ini bisa Anda gunakan sebagai patokan sederhana dalam menentukan target audiens. Membuat konten tanpa menentukan target yang jelas membuat konten Anda menjadi tidak terarah dan kurang bisa branding serta menyalurkan value.

 

3.Tidak Menyediakan Content Planning
Membuat konten tanpa perencanaan ini pun juga menjadi salah satu problem terutama bagi Anda yang masih pemula. Pastinya Anda pun menginginkan proses serta alur yang mudah selama menjadi youtuber. Nah, adanya content planning ini Anda bisa membuat konten terstruktur dan tahu arah bahasannya mau kemana, sehingga Anda tidak akan tersesat saat buat konten.

Adanya content planning ini pun juga akan membantu Anda menyusun pokok tema yang akan Anda bagikan menjadi berapa bagian, lalu subtema bahasan lainnya apa, konsepnya bagaimana, dan lain sebagainya. Intinya dengan menggunakan content planning ini bisa membuat kinerja Anda maksimal dan terstruktur.

 

 

Mungkin anda juga berminat : tool backlink youtube

 

4.Tidak mengenal Cara Kerja Algoritma
Mengenali cara kerja dan algoritma Youtube ini perlu diperhatikan. Supaya Anda bisa memaksimalkan pembuatan video dan muncul di halaman awal, hasil pencarian, ataupun halaman rekomendasi. Sebagai pemula, Anda perlu mempelajari algoritma ini untuk mendapatkan insight lebih mengenai algoritmanya.

Semakin banyak video yang bisa muncul akan semakin besar pula mendapatkan viewers yang besar. Jadi luangkan waktu Anda untuk pelajari algoritma dan cara kerja Youtube supaya bisa melakukan optimasi pada akun Anda.

 

5.Tidak Konsisten
Konsisten sangat penting bagi pekerja kreatif. Buat Anda yang bekerja atau sedang menggeluti bidang ini pastinya memerlukan konsistensi agar dapat menciptakan dampak. Masing-masing platform media sosial memiliki sistem algoritma yang berbeda, namun kebanyakan platform ini memerlukan konsistensi dalam pengelolaannya.

Semakin sering dan semakin banyak Anda mengunggah konten di Youtube, maka akan banyak juga engangement yang bisa Anda hasilkan. Makanya, konsistensi ini perlu sekali untuk dilakukan. Jika tidak konsisten ya akan sulit dan lama mencapai apa yang Anda inginkan.

 

6.Thumbnails Click Bait
Menggunakan Thumbnails ini memang diperlukan supaya Anda bisa menampilkan bagian yang menarik dari video. Sehingga video memiliki potensi di klik untuk ditonton. Namun, seringkali terjadi penampilan thumnails yang click bait. Apa maksudnya?

Click bait ini tulisan atau cover yang dibuat berlebih-lebihan tetapi sebenarnya isi video tidak membahas hal tersebut. Memang terlihat menarik di awal, tetapi ini akan sangat mengecewakan audiens Anda. Pastinya ini pun juga merugikan bagi konten Anda nantinya.