Mengapa Diperlukan Pengukuran dan Pengontrolan Pada Instrumentasi

Pengukuran yang teliti dan sistem kontrol yang tepat dalam industri proses dengan Flow Meter Solar, dapat menghasilkan besaran angka variable fisika dan kimia dari sistem yang sesuai dengan besaran angka perancangannya. Hal ini akan dapat menghemat biaya operasi serta perbaikan hasil produksi.

Sebagai contoh, besaran angka temperature yang tepat dalam pemprosesan minyak mentah (crude oil) akan menghasilkan produk pada kualitas terbaiknya. Jika beasaran angka temperature ini digunakan untuk mengontrol aliran atau jumlah bahan bakar yang digunakan didalam proses  pemanasan, maka tidak akan terjadi “overheating” pada proses tersebut sehingga jumlah bahan bakar dapat dihemat.

Tujuan dari penerapan sistem instrumentasi dan kontrol di dalam industri proses adalah berkaitan dengan segi ekonomis. Oleh karena itu instrumentasi dan sistem kontrol yang diterapkan diharapkan dapat menghasilkan :

  1. Kualitas produk yang lebih baik dalam waktu pemrosesan yang lebih singkat.
  2. Biaya produksi yang lebih murah, oleh karena :
    • Penghematan bahan mentah dan bahan bakar.
    • Peningkatan efisiensi waktu mesin dan pekerja.Pengurangan produksi yang rusak (off spec.).
  3. Peningkatan keselamatan personil dan peralatan.
  4. Pengurangan polusi lingkungan dari bahan limbah hasil proses.Berdasarkan ini, maka beberapa hal yang termasuk dalam sistem instrumentasi dan kontrol meliputi :
    1. Karakteristik proses.
    2. Sistem pengukuran.
    3. Pemrosesan data otomatis.
    4. Sistem pengontrolan dengan elemen kontrol akhir (final control element).

    Keempat point sistem instrumentasi dan kontrol tersebut di atas sudah dilakukan sejak awal oleh setiap orang yang ingin memperoleh harga tertentu dari suatu besaran fisika. Gambar dibawah menunjukkan bagaimana seseorang ingin memperoleh temperature air yang sesuai dengan keinginannya, dimana semua sistem dioperasikan oleh manusia secara manual.

    1. Peran proses dilakukan oleh pemanasan air dengan sumber kalor dari steam.
    2. Peran alat ukur dilakukan oleh tangan kanan pemakai.
    3. Peran prosesor dilakukan oleh otak pemakai, yang akan mengevaluasi apakah temperature air sudah sesuai dengan keperluannya.
    4. Peran sistem control dan final control elemen dilakukan oleh tangan kiri pemakai dan kran steam.

    Jadi sistem sederhana ini telah mencakup semua langkah dalam sistem instrumentasi dan kontrol pada industri proses yang dilakukan secara manual.Dalam pengembangan selanjutnya, sistem pada gambar diatas  dikembangkan sehingga tidak semua langkah dalam proses dilakukan oleh manusia, lihat gambar dibawah. Dalam sistem ini, temperature yang dikehendaki (set point temperature) dapat ditentukan sebagai suatu acuan, sedangkan alat ukur temperature dilakukan oleh sensor pressure thermometer, sistem kontrol dan final control elemennya dilakukan oleh sistem pneumatik dan katup pengontrol (control valve).