Mengenal 3 Komponen Utama dalam Pembelajaran Blended Learning

Seiring dengan terjadinya perkembangan internet yang semakin maju di era saat ini, strategi pembelajaran pun turut bergeser dan memunculkan berbagai strategi baru berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Salah satunya yaitu sistem blended learning atau pembelajaran campuran yang terdiri atas 3 komponen utama. Apa saja? Yuk simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Komponen Utama Sistem Pembelajaran Campuran

1. Online Learning

Online learning atau pembelajaran daring yaitu lingkungan belajar terbuka berbasis web yang mempergunakan teknologi internet dalam mengakses materi pembelajaran. Online learning ini memungkinkan terjadinya interaksi antara pengajar dengan peserta didik maupun antar peserta didik, dari mana saja dan kapan saja.

Dalam model pembelajaran hybrid learning, online learning ini merupakan salah satu komponennya. Dimana belajar secara daring memanfaatkan internet sebagai salah satu sumber belajar. Dalam mengakses materi dan memungkinkan terjadinya interaksi selama kelas berlangsung, peserta didik bisa mengandalkan teknologi berbasis web, internet, dan intranet.

2. Face to Face Learning

Face to face learning atau pembelajaran tatap muka merupakan komponen lainnya dari sistem blended learning. Model pembelajaran tatap muka ini bisa dibilang yang paling populer di Indonesia dan sudah dilakukan sejak dulu kala. Sebagai sistem konvensional atau tradisional, face to face learning berupaya untuk menyampaikan pengetahuan kepada para peserta didik.

Model tersebut mempertemukan peserta didik dengan guru secara langsung dalam satu ruangan untuk belajar. Karakteristik yang dimiliki oleh model ini yaitu berorientasi pada tempat dan interaksi sosial serta terencana. Dan ketika pembelajaran berlangsung di kelas, lazimnya akan terjadi interaksi aktif antara murid dengan guru maupun antar sesama murid.

Metode penyampaian materinya sendiri ada beragam untuk membuat proses belajar menjadi lebih aktif dan menarik. Adapun berbagai macam bentuk metode yang umum dilakukan pada model face to face learning yaitu metode ceramah, metode tanya jawab, metode penugasan, dan metode demonstrasi.

3. Individualized Learning

Komponen berikutnya pada pembelajaran hybrid learning yaitu belajar mandiri atau individualized learning, yakni siswa dapat belajar secara mandiri dengan cara mengakses materi pelajaran via internet. Penyebutan terhadap metode ini cukup beragam, ada yang menyebutnya sebagai self direct learning, independent learning, maupun autonomous learning.

Perlu diketahui bahwa belajar mandiri yang ada pada konsep blended learning tidak sama dengan belajar belajar sendiri. Sebab cukup banyak orang yang menyalah artikannya sebagai belajar seorang diri. Jadi, belajar mandiri di sini yaitu proses belajar secara berinisiatif dari siswa sendiri baik dengan atau tanpa bantuan orang lain.

Dengan berbagai komponen yang dimiliki sistem pembelajaran hybrid learning tersebut, konsep ini dianggap sangat baik apabila diterapkan di era digital seperti sekarang. Terlebih setelah terjadinya pandemi, dimana belajar secara daring marak dilakukan. Salah satu yang tempat yang menerapkan konsep pembelajaran hybrid dengan matang yakni Sekolah Murid Merdeka.