Fri. May 14th, 2021

Pendakian Gunung Kemiri –  meruapakan salah satu pegununggan yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Gunung Kemiri memiliki ketinggian sekitar 3.314 Mpdl. dalam sebuah peta topografi, gunung kemiri menjadi termasuk dalam gunung tertinggi di kawasan Leuser. basecamp pendakian gunung kemiri berlokasi di Desa Gampang, Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues.

 

Pendakian Gunung Kemiri bisa kalian lalui melalui Desa Gumpang dengan lama pendakian untuk sampai puncak sekitar 4-5 hari perjalanan dengan menyusuri kawasan hutan Leuser. Pendaki yang akan menuruni puncak gunung kemiri akan membutuhkan waktu sekitar 2 hari.

Mayoritas masyarakat dilereng gunung adalah petani dengan mayoritas suku Gayo

 

Perjalanan menuju Desa Gumpang dari Kutacane dapat kalian tempuh sekitar 2 – 3 jam dengan menggunakan angkutan umum yang biasanya melewati trayek Kutacane – Blangkejeren. 

 

Fasilitasi akomodasi dan konsumsi dapat kalian jumpai dipusat kota Blankejeren. Jika kalian akan mendaki gunung Kemiri kalian akan dihadapkan dengan 2 pilihan yaitu jalur setapak/trail.

 

Pendakian menuju Puncak Gunung Kemiri biasanya dilakukan oleh masyarakat lokal, ada beberapa wisatawan mancarnegara yang mendaki dengan dipandu oleh pemandu lokal. untuk pendaki lokal biasanya dilakukan oleh Mahasiswa maupun Mapala.

 

Berdasarkan analisis Schmidt dan Ferguson Gunung Kemiri memiliki iklip tipe A. Hampir sepanjang tahun terjadi hujan dengan intesitas tinggi pada bulan September – November. Temperatur suhu minumiun 21’C dan maksimum 29’C. Kalian dapat menemukan jenis tumbuhanperdu dan vegetasi berupa padang rumput luas diketinggian 2.500 Mpdl.

Persamaan Gunung Kemiri dan Gunung Baru Karu

Gunung Baru Karu merupakan gunung yang memiliki batuan vulkanik yang relatif baru yang mencangkup 5 gunung sekaligus dibali, tiga diantaranya memiliki ketinggian 2.000 Mdpl. Kebanyakan gunung ini masih tertutup oleh hutan belantara yang masih alami. selain itu, gunung Batu Karu memiliki 3 danau kawah dan beberapa sumber panas.

 

Gunung Baru Karu adalah gunung yang sudah tidak aktif (mati) gunung ini terletak di daerah Tabanan, Bali. Gunung Batu Karu menjadi salah satu gunung tertinggi di provinsi bali setelah gunung agung

 

Gunung Batu Karu memiliki medan berupa hutan alam belantara yang cukup lebat dan merupakan bagian dari wilayah Taman Nasional Bali Barat. Daerah ini menjadi tempat satu-satunya di Bali yang masih memiliki hutan belantara.

 

Kalian dapat melihat Pura Luhur Batujaru di sebelah berat gunung pada ketinggian 1.300 Mdpl dan masih dikelilingi oleh hutan yang cukup lebat. Tedapat pura cukup terkenal yang bernama pura “Sad-Khayangan” pura ini jarang dikunjungi karena lokasinya yang susah dijangkau.

 

Pendakian dimulai dari Pura dengan membutuhkan waktu kurang lebih 6 jam tergantung kondisi masing-masing. Kalian dapat mendirikan tenda di dekat puncak gunung sambil menunggu sunrise tiba. Puncak Gunung Batukaru terdapat panggung yang dahulunya merupakan pepohonan yang cukup lebat.

 

Di sepanjang perjalanan kalian akan melewati vegetasi Jambu-jambuan, kayu bawang dan baros atau biasanya yang disebut cempaka bulus. Beberapa penebangan sering terjadi di gunung ini. Gempa hebat yang yerjadi pada tahun 1960an membuat pohon-pohon digunung roboh.

 

Eskalasi yang dibuat oleh desa Jatiluwih dan desa Wongaya Gede biasanya melakukan perjalanan ke puncak sekitar 5 hingga 7 jam dengan berjalan kaki. Sementara itu, jejak pendakian desa Pujungan memungkinkan Anda untuk mencapai puncak dengan waktu yang lebih singkat. Panjat desa di Kabupaten Pupuan, hanya membutuhkan waktu perjalanan sekitar 5 jam.

 

Berbeda dengan pegunungan lain dari Bali, pendaki gunung tidak memiliki pandangan khusus ketika mereka ingin memanjat Gunung Bali Batukaru. Satu-satunya keyakinan yang harus dipatuhi oleh pendaki gunung bukanlah untuk melakukan kegiatan pendakian gunung ketika mereka berada di negara bagian. 

 

Taboum ini sangat penting dan harus dipertimbangkan, karena pendakian Gunung Batukaru seperti mengunjungi kuil. Alasannya adalah tidak lain adalah kuil di puncak Gunung Batukaru.

 

Selama perjalanan, Anda harus selalu dipoles untuk mendaftar ke panjat ke gunung lain. Juga hindari kegiatan yang dapat merusak lingkungan, seperti membuang sampah, membakar sampah atau membela lalai. Selain itu, beban hutan gunung Batukaru memainkan peran penting sebagai sumber komunitas Tabanan. Pada saat yang sama, hutan wilayah ini adalah cagar alam dan hutan turis.

Sumber : www.yanacircle.com

By rafiq