Simulasi Tabungan Haji Syariah Yang Perlu Kamu Tau

Sebelum membuka tabungan untuk tujuan ibadahmu ini di bank tertentu, tidak ada salahnya mempelajari simulasinya agar tahu berapa banyak dana yang dibutuhkan dan harus terkumpul dalam waktu berapa lama. Sebenarnya, hal tersebut malah dianjurkan agar kamu tahu semua yang berhubungan dengan rencana ibadah ke tanah suci.

Untuk bisa membuat simulasi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti kapan kamu hendak pergi beribadah haji. Simulasi bisa kamu dapatkan dengan beberapa cara. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan aplikasi simulasi online atau website yang bisa secara otomatis membantu membuatkan simulasi. Dengan demikian, kamu akan mendapatkan estimasi biaya pergi haji per orang.

Atau saat pergi ke bank, kamu bisa meminta pegawai bank untuk membantu menghitungkan estimasi biaya haji. Simulasi akan diberikan dan kamu bisa memperkirakan berapa banyak uang atau dana yang harus disiapkan berdasarkan simulasi yang didapatkan.

Karena simulasi ini bersifat perkiraan atau estimasi bukan biaya mutlak, maka jangan terlalu terpaku pada nominalnya. Maksudnya adalah, kamu tetap harus merencanakan budget sedemikian mungkin. Bisa saja biaya keberangkatan haji lebih rendah atau lebih tinggi dari perkiraan tersebut.

 

Daftar haji sekarang kesini : Paket haji plus

 

 

 

 

Jika tidak ingin memilih tabungan yang sifatnya konvensional, ada pilihan lain yaitu tabungan haji syariah. Seperti namanya, akad dari tabungan haji ini dilakukan secara syariah. Nasabah tidak bisa menarik uang di tabungan karena memang diperuntukkan untuk tujuan ibadah haji atau umrah.

 

 

• Cara Kerja Tabungan Haji Syariah

Jika tabungan konvensional bisa dengan mudah diambil atau ditarik kapan saja saat memiliki kebutuhan, lain halnya dengan tabungan untuk tujuan ibadahmu secara syariah ini.

Untuk tabungan haji syariah, secara umum memang cara kerjanya sama dengan tabungan haji konvensional. Setelah nasabah menyatakan tujuan pembukaan rekening dan pihak bank memilihkan produk tabungan yang sesuai keinginan, nasabah akan melakukan setoran.

Sementara pihak bank akan membantu menyimpan dana nasabah dan mengeluarkannya di waktu keberangkatan haji nasabahnya.

• Perbedaan Tabungan Haji Syariah dengan Tabungan Haji Konvensional

Meski sama-sama bertujuan untuk membantu nasabah dalam menyimpan uang untuk biaya ibadah haji, tapi ada beberapa hal yang membedakan tabungan untuk tujuan ibadahmu ini pada produk syariah dengan konvensional. Kita mungkin sering mendengar kata syariah di produk perbankan tertentu tapi tidak begitu yakin apa yang membuatnya berbeda.

Perbedaan yang bisa dilihat secara nyata antara tabungan haji syariah dengan konvensional adalah.

a. Akad

Ada dua jenis akad yang umum digunakan dalam transaksi syariah yaitu Mudharabah dan Wadi’ah. Dimana Mudharabah adalah akad yang digunakan untuk menyimpan sejumlah uang di tabungan. Dengan akad ini berarti nasabah akan menitipkan dana dan bank mengelola dana tersebut. Hasil dari pengelolaan dana tersebut akan dibicarakan antara kedua belah pihak.

Sedangkan akad wadi’ah adalah akad yang digunakan untuk produk perbankan lain seperti giro. Nasabah menitipkan dana dan bank boleh memanfaatkannya.

b. Pembagian keuntungan

Untuk pembagian hasil, tabungan syariah termasuk tabungan haji syariah tidak pernah menggunakan kata bunga melainkan bagi hasil. Biasanya pihak bank akan dengan jelas memberitahukan perihal tersebut saat seseorang membuka rekening tabungan syariah.