Wahana Pendidikan Profesi Mahasiswa FK Unipa?

Dua puluh dua berasal dari tiga puluh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Papua (FK Unipa) angkatan pertama sudah dinyatakan lulus pendidikan akademik. Mereka dapat diwisuda terhadap tanggal 27 November 2019. Setelah itu, mereka dapat meniti pendidikan profesi selama dua tahun.

Mereka memerlukan wahana pendidikan berbentuk Rumah Sakit Pendidikan dan para dokter spesialis yang siap menjadi dosen pendidik klinis,” kata Dr. dr. Siti Farida, M.Kes., Ph.D. selaku Dekan FK Unipa. Perkataan selanjutnya disampaikan dr. Siti kepada Direktur RSUD Sele Be Solu Kota Sorong dan jajarannya terhadap sebuah pertemuan tanggal 24 Oktober 2019.

“Lalu bagaimana sanggup menyediakan wahana pendidikan tersebut, selagi tidak ada Rumah Sakit kelas B di Papua Barat? RSUD Sele Be Solu pun tetap kelas C. Dan didalam Rencana judul skripsi kedokteran. ataupun  Strategi Bisnisnya termasuk tetap dapat senantiasa didalam kelas C selama beberapa th. ke depan?” kata dr. Mavkren Kambuaya, MARS, Direktur RSUD Sele Be Solu Kota Sorong, bersama perasaan ragu.

Namun, dr. Siti setelah itu menjelaskan, “Secara regulasi dimungkinkan sebuah Rumah Sakit kelas C menjadi wahana pendidikan mahasiswa kedokteran disaat menjadi jejaring sebuah Rumah Sakit Pendidikan yang sudah established. Rumah Sakit Pendidikan selanjutnya dapat membina Rumah Sakit yang menjadi jejaringnya”.

Perbincangan di atas berlangsung didalam pertemuan yang dipimpin oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Otto Parorrongan, SKM, M.MKes. Pertemuan selanjutnya termasuk dihadiri oleh Pembantu Rektor I Unipa, Wakil Dekan I dan Wakil Dekan II FK Unipa serta Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat.

Pertemuan mirip termasuk dijalankan bersama jajaran RSUD Kabupaten Sorong. Walau ada sejumlah aspek yang harus dibenahi, khususnya perihal relokasi Rumah Sakit, namun jajaran manajemen RSUD Kabupaten Sorong dan para dokter spesialis yang diwakili dr. Riswan, Sp.PD dan dr. Yan Pieter Kambu, Sp.OG(K) setuju menambahkan perlindungan penuh kepada proses pendidikan preklinik dan klinik bagi mahasiswa kedokteran Unipa.

Kedua pertemuan selanjutnya sudah membuahkan prinsip bersama untuk mewujudkan pendidikan kedokteran yang berkualitas, sehingga sanggup mencetak dokter yang memiliki kwalitas pula. Pertemuan dapat langsung ditindaklanjuti bersama penandatanganan Nota Kesepahaman pada Kepala Daerah bersama Rektor Unipa serta Perjanjian Kerja Sama pada Direktur RSUD bersama Dekan FK Unipa.